” Ditemukan Obat Penyembuh Kanker !” Benarkah ? Kupas Tuntas Bersama Dr Ryu Hasan

Gambar oleh Colin Behrens dari Pixabay

Salah satu mitos yang berdampak besar pada sikap masyarakat dalam memutuskan jenis pengobatan: “mitos: kanker adlh penyakit baru, dulu tidak ada”. Banyak yang mengklaim kanker adalah penyakit yang sepenuhnya disebabkan oleh lingkungan buruk, racun kimiawi, polusi, medan magnet, radiasi, dan lain-lain.

Sebagai bagian dari usaha mereka, penjual-penjual obat sering seenaknya berargumentasi bahwa di masa lampau, sebelum kita jadi masarakat industri, tidak ada penyakit kanker Padahal seharusnya kita sudah tahu dengan pasti sejak lama bahwa kanker adalah penyakit yang sudah ada sejak jaman purba.

BM Rothschild, arkeolog Amerika, memeriksa dengan sinar-x pada lebih dari 10.000 tulang dinosaurus yang rata-rata berusia di atas 70 juta tahun. Dia menemukan bukti jelas tentang kanker di jaman purba Dari 97 hadrosaurus yang diteliti, tim Rothschild menemukan 29 tumor!

Rothschild memperkirakan bahwa tumor-tumor itu ada karena hadrosaurus (dinosaurus berparuh bebek) ini memakan konifer, yang kaya bahan karsinogenik. Sebenarnya, kanker begitu umum pada semua organisma, dan sudah lama ditemukan pada burung nuri dan bahkan terumbu karang.

Kata sederhana “kanker” sebenarnya meliputi sebuah kelompok yang terdiri ratusan penyakit dan ribuan sub tipe Yang dari semuanya tipe dan subtipe itu punya satu kesamaan yaitu: “sel tumbuh tanpa batas”.

Dalam tubuh kita, sel-sel normal tumbuh sampai tahap tertentu, kemudian biasanya membelah untuk mengganti sel-sel lama dengan cara yang terkontrol. Pertumbuhan dan pembelahan sel-sel ini disebabkan adanya sinyal-sinyal dari sel normal di sekitarnya. Positive-negative feedback mechanism.

Tapi sel kanker adalah sel-sel yang abnormal, tumbuh terus tanpa batas. Sel-sel tersebut akan menyerang dan dapat merusak struktur-struktur jaringan sehat.  Sel-sel ini merusak dengan cara mengeluarkan bahan kimia, atau dengan lebih banyak menabur benih sel-sel ganas ini ke aliran darah untuk tumbuh di tempat lain.

Semua sel (kecuali sel darah merah) mempunyai inti sel berisi DNA yang bertindak sbg cetak biru untuk membuat sel lain berikutnya. Nah, kanker bisa timbul bila terjadi abnormalitas dalam DNA blueprint ini. Diketahui ada banyak penyebab kerusakan DNA.

Pertama, pada saat membelah diri, sel harus membuat 2 salinan dari DNA yang asli (induknya) Masing salinan punya 3 milyar elemen yang terpisah. Kesalahan bisa saja terjadi dalam proses penyalinan ini.

Cara ke dua, ada unsur-unsur lingkungan yang bisa merusak DNA seperti: radiasi (matahari, sinar-x dan lain-lain), bahan-bahan kimia tertentu, virus, dan lain-lain. Bahkan produk sampingan dari metabolisme kita sendiri, seperti radikal bebas misalnya, dapat juga merusak DNA yang menimbulkan kanker.

Cara yang ke tiga, kerusakan DNA bisa diwariskan melalui gen-gen kita. Ada berbagai jenis kanker yang disebabkan karena adanya kerusakan DNA turunan contoh: retinoblastom herediter.

Terlepas dari bagaimana kanker berawal, selalu terdapat abnormalitas pada DNA dalam satu sel, kemudian menyebarkan abnormalitas ini pada anak selnya Tentu saja, sudah ada banyak tingkat kontrol internal untuk menghentikan pembelahan sel yang berisi DNA yang tidak normal ini.

Mekanisme kontrol itu berupa cek dan penyeimbang, gagal-aman, dan program bunuh diri. Mekanisme ini rumit tapi sangat efektif. Tapi, sesekali ya ada saja sel dengan DNA abnormal yang berhasil menyelinap Dan setelah 30x pembelahan akan didapat gumpalan milyaran sel abnormal.

Gumpalan milyaran sel dengan DNA abnormal yang beratnya sekitar 1 gram. Pada sekitar ukuran itulah kanker secara klinis baru dapat dideteksi Ini yang sering disebut sebagai kebodohan klinis, jaringan kanker baru bisa terdeteksi “secara klinis” saat jumlah selnya sudah milyaran.

Kebodohan klinis ini diperparah dengan hampir selalu terlambatnya pasien menyadari ada sesuatu yang salah terjadi dengan dirinya Pada saat pasien mengeluh ada sesuatu, dan ternyata itu kanker, maka fase kebodohan klinis pasti sudah terlewati.

Data Globocan: tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus kanker baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta! 1 dari 5 laki2 dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.

Angka kejadian kanker di Indonesia: 136,2 per 100.000 populasi, urutan 8 di Asia Tenggara, urutan ke 23 di dunia Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki2 adalah kanker PARU sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata2 kematian: 10,9 per 100.000 penduduk. Hati-hati rokok!!!

Yang paling penting adalah “pengetahuan dasar” tentang kanker dalam menekan angka kematian, krn sebagian besar kematian akibat “MEMILIH TERAPI YANG SALAH” Sebagian besar penyandang kanker salah memilih pengobatan justru krn tergiur “JANJI PALSU” ada pengobatan yang bisa menyembuhkan!

Saya ulangi, “KANKER” sebenarnya mencakup kelompok yang terdiri “ribuan jenis penyakit” yang punya satu kesaman: sel tumbuh tanpa batas. Jadi, yang namanya sakit kanker itu ada ribuan macam! Masing-masing punya sifat yang berbeda. Tidak ada satu obat yang bisa menyembuhkan ribuan penyakit!

Kanker bukanlah penyakit tunggal, tapi merupakan sebutan untuk ribuan penyakit (masing-masing spesifik) yang dimasukkan dalam kelompok ini Tidak ada satu macam pengobatan yang bisa mengatasi ribuan penyakit. Bisa-bisanya dan tega-teganya para penjual tahayul itu mengklaim punya obat kanker.

Ada ratusan penyakit terpisah yang muncul dengan nama kanker, misalnya kanker paru, kanker prostat, kanker pankres, kanker payudara, kanker otak dan lain-lain Setiap kanker punya banyak sub-tipe. Kanker paru-paru meliputi kanker sel kecil, kanker sel skuamosa, kanker sel besar, dan adenokarsinoma.

Dengan klaim punya obat kanker sama artinya dengan mengatakan punya satu obat untuk semua penyakit menular mencakup ebola, hepatitis, kudis dan TBC Klaim ‘bisa menyembuhkan kanker’ yang begitu nekat, menunjukkan penjaul tahayul obat/terapi kanker benar-benar tidak tahu apa-apa tentang kanker.

Tiap-tiap ragam jenis kanker punya sekumpulan penyebab, dan sejarah alaminya masing2, cara penanganan dan ngatasinya tentu saja beda-beda. Tidak ada satupun cara yang bisa sekaligus mengatasi ribuan jenis Puluhan jenis-jenis kanker otak pun membutuhkan terapi yang berbeda. Apalagi yang ribuan.

Klaim nekat bahwa ada bahan obat atau satu cara yang bisa membunuh kanker, selain menunjukkan ketidaktahuan, juga hanya omong kosong janji palsu! Karena sejauh ini belum ada satu obat atau cara yang bisa benar-benar membunuh jaringan kanker, bahkan secara teoritis sekalipun belum ada!

Jangan sok-sokan memberi masukan yang salah kepada penderita kanker, keputusan memilih jenis terapi pada kanker adalah hal yang krusial. Kita sedang balapan dengan kematian. Kalau nggak ngerti lebih baik diam.

Strategi terkini untuk menghadapi kanker tidak perlu dengan membunuh semua sel kanker, tapi mengendalikannya sehingga tidak mengganggu dan membahayakan Dengan kata lain, boleh saja sel atau jaringan kanker ada di tubuh, tapi kita tidak terganggu atau tidak mati karena kanker itu.

“Hidup lebih lama dan sejahtera dengan kanker dalam tubuh tapi mati bukan karena kanker”, ini target penanganan penyandang kanker.

Sumber : tweet Dr Ryu Hasan, Sp.BS 7 Juni 2019

hammamfaiz
hammamfaiz
admin@simklinik.id